Sabtu, 22 Juni 2013

Kekurangan dan Kelebihan Tinggal di Asrama ITS


Sudah 4 tahun ini tinggal di asrama mahasiswa ITS, yang bertempat di dekat pintu masuk ITS selatan, rasanya ada suka dan duka yang berkesan. Asrama ITS sebagai salah satu alternatif tempat tinggal mahasiswa/i yang jauh dari kampung halaman tentunya memiliki nilai kelebihan dan kekurangan.

Hal-hal yang akan saya tuliskan ini adalah opini semata dan tidak ditujukan untuk mempengaruhi Anda untuk tinggal di asrama atau menjauhi asrama. Tulisan ini hanya sebagai kenang-kenangan masa kuliah dan sebagai bahan pengisi blog, hhha.

Pertama, kekurangan dulu.

1. Keamanan tidak terjamin 100%

Pada waktu saya semester 1 dan masih menjadi mahasiswa cupu, laptop saya pernah hilang dari asrama (padahal laptopnya ada di kamar). Hal ini gara-gara kadang ada orang tak dikenal yang bebas keluar masuk asrama.

Berbagai kasus kehilangan pun juga pernah dialami penghuni asrama lain yang menyebabkan asrama sempat menutup total akses tamu mahasiswa yang ingin berkunjung ke asrama. (Tapi sekarang sudah dibuka lagi)

Terus kasus lain lagi, meskipun asrama ada parkir terpusat, helm saya pernah hilang dua kali di saat saya semester dua dan semester barusan. Memang itu salah saya yang tidak memasukkan helm ke kamar, tapi itu mungkin juga gara-gara jarak parkir dan kamar yang jauh sehingga malas bawa-bawa helm kesana kemari.

Pelajarannya: selalu kunci kamar dan jaga barang-barang berharga. Waspada selalu dan jangan mudah percaya orang tak dikenal

2. Masalah kebersihan air

Memang ini merupakan kasus yang relatif berbeda antara penghuni satu dan lainnya. Teman saya ada yang kulitnya sensitif dan ketika mandi di asrama, jadi kena semacam herpes. Tapi saya sendiri tidak efek apa-apa hingga pada akhirnya tahun keempat ini baru merasakan dampaknya gatal-gatal air asrama.

Untuk penyebabnya, saya sendiri kurang tahu apa memang gara-gara airnya atau gara-gara tomcat yang sempat ngetren beberapa waktu yang lalu. Yang jelas kasus ini cukup dapat membuat salah satu teman saya pindah dari asrama gara-gara tidak cocok dengan airnya.

Pelajarannya: sedia selalu salep anti-gatal atau bedak gatal

3. Jarak parkir jauh dengan kamar

Ini ada pro dan kontranya, sih. Jauh karena asrama menerapkan sistem parkir terpusat, sehingga sepeda motor dan mobil dilarang parkir di masing-masing gedung. Mahasiswa/i yang gedungnya ada di pojokan asrama harus jalan lebih jauh untuk menjangkau motor/mobilnya.

Tapi hal ini ada baiknya. Disamping aman, hal ini juga memaksa kita berolahraga untuk jalan sehat hhha.

4. Wifi yang tidak merata

Hal ini juga bukan sepenuhnya kekurangan, tapi wifi yang tersedia di masing-masing gedung tidak menjangkau seluruh kamar dan lantai. Hanya kamar-kamar yang dekat dengan router (di ruang tivi) saja yang kebagian akses, itupun kadang putus nyambung.

Bagi penghuni yang ingin menikmati layanan wifi dengan tenang di kamar kadang harus keluar untuk ngenet. Itupun kalau kursi di ruang tivi masih ada yang kosong, hha.

Kekurangannya cukup sekian dulu. Sekarang saatnya kelebihan asrama dibanding tempat kos lain.



1. Fasilitas lengkap

Untuk tempat tinggal dengan harga rata-rata 350 ribu per bulan, fasilitas asrama bisa dibilang mewah. Kamar luas. Ada kamar mandi dan toilet di dalam kamar untuk gedung baru. Kasur sudah ada yang spring bed. Meja belajar dan kursi belajar nyaman. Lemari ada. Wifi juga ada. Ventilasi lapang. Ada tempat parkir, tempat jemuran, ruang tivi. Ada koperasi mahasiswa dan kantin yang selalu siap sedia kalau mahasiswa kelaparan. Ada tempat jual aqua galon. Kurang apa coba?

2. Ada jam malam

Kenapa jam malam saya anggap sebagai kelebihan? Karena menurut saya itu berarti asrama peduli dengan mahasiswa dan bertanggung jawab sebagai penyedia fasilitas tempat tinggal mahasiswa. Petugas asrama juga cukup ketat dengan aturan-aturan, sehingga mahasiswa/i yang melanggar sudah pasti akan kena ceramah/teguran dari petugas. Hal ini menurut saya penting untuk moral mahasiswa.

Tentu saja ada beberapa pihak yang kontra dengan jam malam, terutama bagi mahasiswa baru yang kegiatannya super padat (baik kuliah maupun non kuliah, ups). Tidak jarang ada dari mereka yang kena teguran di saat pulang dari kegiatan, namun menurut saya ini juga demi kebaikan mahasiswa agar bisa mengatur kapan waktu yang wajar untuk berpergian dan kapan waktu yang wajar untuk beraktivitas.

3. Wifi cepat

Lho, tadi katanya wifi kurang karena tidak merata? Meskipun begitu, wifi asrama bisa sangat cepat buat download di waktu yang tepat, misalnya di pagi subuh sampai agak siang. Otomatis bagi mahasiswa teknik informatika yang kadang butuh installer program atau video tutorial, hal ini sangat mendukung proses perkuliahan. Tidak perlu beli modem lagi, cukup pergi ke aula atau ruang tivi gedung dan kebutuhan internet bisa terpenuhi sepuasnya.


KESIMPULAN

Singkat cerita, sebenarnya asrama memiliki kelebihan-kelebihan yang tak tergantikan dengan tempat kos lain. Kalau saya bisa memilih, mungkin saya lebih ingin terus tinggal di asrama daripada di tempat kos lain. Tapi tentu saja tempat kos memiliki kelebihan lain, yaitu bisa melatih kita berinteraksi dengan teman kos dan ibu kos, hhha.

Goodbye, asrama.

3 comments:

aeRie mengatakan...

Semangat cheww,,,
cari teman yang banyak,, :P

Anonim mengatakan...

Jadi diasrama gak cuma tahun pertama saja ya?

Hidayatul Azkiya mengatakan...

Asrama itu boleh seterusnya ya? nggak mesti tahun pertama aja?

Posting Komentar