Minggu, 01 Maret 2015

Paper Jurnal, Konferensi, dan Publikasi Ilmiah di Dunia TI

Mahasiswa Teknik Informatika pasti sudah tidak asing dengan yang namanya "paper". Apalagi bagi mahasiswa tingkat atas yang kerjaannya sudah mulai fokus ke Tugas Akhir. Nah, apa sih "paper" ini, bagaimana kedudukannya di dunia TI, dan apa hubungannya sama mahasiswa Teknik Informatika?

Catatan: artikel ini tidak akan membahas cara menulis paper. Bagi yang belum pernah mendengar atau belum mengetahui dengan baik apa itu paper, silakan baca langsung. :)

Pendahuluan: Asal Mula "Paper"

Dunia TI, seperti dunia bidang keilmuan lainnya, setiap waktunya mengalami perkembangan. Kalau di bidang kedokteran atau sains, biasanya perkembangannya berupa penemuan obat atau bakteri cross-breeding baru untuk vaksinasi (?) atau semacamnya.

Kalau di bidang TI, penemuan semacam ini juga ada. Misalnya penemuan algoritma baru untuk menyelesaikan masalah tertentu. Persamaan masalah penemuan di bidang TI sama bidang kedokteran ada satu: penemuan ini akan terus ada sepanjang perkembangan penelitian (yang tidak akan pernah berhenti).

Kenapa penemuan ini akan terus ada? Karena permasalahan di bidang keilmuan itu juga akan selalu ada. Karena sebab ini, sebuah konsep atau materi bisa saja akan ditinggalkan di masa datang karena telah ditemukan solusi yang lebih baik dan membuat konsep yang lama tidak relevan dengan perkembangan jaman.

Begitu pula dengan dunia TI. Bahkan di saat Anda lagi kuliah, atau ngerjain tugas, atau nongkrong sama temen, di saat itu pula muncul penemuan atau "kontribusi" baru bidang TI.

Kontribusi baru di bidang TI itu tentunya harus disebarkan ke masyarakat luas, atau paling tidak ke komunitas akademisi atau peneliti lainnya supaya pengetahuan mereka tetap up-to-date sama perkembangan keilmuan yang baru. Nah, di sinilah muncul yang namanya "paper" sebagai media untuk publikasi hasil penelitian para peneliti itu...

Apa itu "paper", jurnal, conference, dsb?

Paper atau artikel ilmiah adalah tulisan yang dipublikasikan/diterbitkan yang berisi hasil penelitian atau riset yang dilakukan oleh penulis. Untuk diterbitkan, paper melalui proses seleksi terlebih dahulu yang biasanya berbentuk peer review oleh "juri".

Contoh sebuah paper

Ada dua jenis publikasi yang umum dipakai sebagai sarana menerbitkan hasil riset: jurnal atau konferensi. Bedanya apa?

Umumnya, jurnal itu berbentuk seperti majalah gitu. Jadi, dia akan terbit tiap beberapa bulan sekali tiap tahun dan memiliki informasi Volume dan Issue (kalau ada). Dan, seperti majalah, ada banyak judul jurnal yang memuat hasil riset terkini di dunia TI, misalnya International Journal of Software Engineering and Its Applications (IJSEIA), Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi (JUTI) milih Teknik Informatika, dsb yang banyak sekali.

Contoh jurnal yang berisi banyak paper

Sedangkan konferensi itu berbentuk seperti seminar. Saya ambil satu contoh International Conference on Information Communication Technology and Systems (ICTS) yang rutin diadakan tiap tahun di Teknik Informatika. Jadi, peneliti yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya ke ICTS bisa mendaftarkan diri dan (kalau keterima) nanti harus presentasi dan tanya-jawab sama penonton konferensi. Tujuannya sama seperti jurnal, yaitu untuk menyebarluaskan hasil penelitian ke publik.

Contoh pembicara yang sedang presentasi di conference

Selain perbedaan dalam masalah sajian, syarat sebuah artikel untuk bisa terbit di jurnal itu lebih sulit dan ketat karena selain riset yang dipublikasikan di jurnal harus benar-benar sudah terbukti, kualitas penulisan juga menjadi syarat mutlak. Makanya kualitas artikel jurnal itu lebih berbobot daripada paper konferensi.

Sebagai tambahan, biasanya konferensi itu adalah salah satu sarana bagi akademisi/peneliti untuk mempublikasikan bagian kecil dari penelitiannya. Nah, penelitian yang lebih lengkap inilah yang nanti akan diterbitkan di jurnal.

Jurnal dan konferensi itu memiliki kedudukan yang penting bagi akademisi yang peduli dengan perkembangan keilmuan. Para dosen juga biasanya aktif untuk publikasi artikel semacam ini.

Karena itulah, kadang di biodata dosen ada informasi masalah topik, fokus, atau bidang minat penelitian. Informasi itu menunjukkan dosen atau peneliti tersebut aktif memantau dan mengikuti perkembangan riset di bidang tersebut. Sehingga, mahasiswa dapat mengetahui dan menggunakan informasi ini untuk, misalnya, menentukan dosen pembimbing pada TA dengan topik tertentu.

Peran Paper bagi Perkuliahan Teknik Informatika (S1)

Bagi mahasiswa S1, mungkin wajar kalau belum mengenal paper atau masih terasa asing dengan paper. Dulu, saya juga merasa paper adalah sesuatu yang horor dan menakutkan karena tidak bisa dicerna dengan wajar seperti artikel pada umumnya.

Maksudnya, untuk memahami paper itu memang harus membutuhkan usaha lebih keras daripada memahami, misalnya, artikel tutorial di internet.

Namun, tidak bisa dipungkiri, cepat atau lambat mahasiswa harus mau mengotori tangannya dengan paper-paper ilmiah (terutama jurnal) paling tidak sekali sebelum lulus. Kejadian paling sering adalah ketika mau ngerjakan Tugas Akhir dan bingung mau mengajukan topik apa. Di situlah kita membutuhkan paper sebagai referensi pekerjaan kita.

Karena pada dasarnya, mahasiswa adalah akademisi yang sedang belajar dan patut menyadari pentingnya publikasi ini. Paling tidak, mahasiswa harus tahu perkembangan terakhir bidang keilmuan yang menjadi fokus Tugas Akhirnya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa paper memiliki peran penting bagi mahasiswa. So, bersiap-siaplah menghadapi paper dan jangan terlalu pusing kalau tidak bisa memahami paper dalam satu kali membaca. Terkadang butuh waktu sangat lama untuk bisa memahami satu artikel dan hal ini sangat sangat sangat wajar. Yang penting sering bertanya dan terus belajar.

Di mana kita mencari paper?

Teknik Informatika punya langganan 2 media publikasi online, yaitu IEEExplore (baca: I-triple-E-Xplore) dan ScienceDirect. Kita dapat browse banyak artikel di sana dan download secara gratis.

Selain dari 2 media online di atas, ada lagi ACM, Springer, dll. yang berbayar dan Google Scholar yang akan mencari artikel dari berbagai sumber.

Beberapa tips untuk mencari artikel dari media-media tersebut adalah:
1. Jangan lupa filter tipe artikel, misalnya Buku, Jurnal, atau Konferensi
2. Filter tahun juga. Artikel yang terbaru memiliki tingkat relevansi yang lebih tinggi.

Teknik Informatika sendiri juga memiliki jurnal yang terbit dua kali dalam setahun, yaitu Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi atau JUTI. Silakan buka-buka daftar artikelnya untuk mengetahui judul-judul apa yang sudah diterbitkan di sana.

Teknik Informatika juga punya konferensi yang diadakan tiap tahun, yaitu ICTS, yang diikuti oleh akademisi dari berbagai kalangan. Kalau sempat, ikutilah seminar ICTS dan menimbalah ilmu dari sana.

Kesimpulan

Paper adalah artikel ilmiah yang berisi hasil riset peneliti untuk memberikan sumbangsih keilmuan atau kontribusi di bidang masing-masing. Paper di lingkungan Teknik Informatika bisa berasal dari dua sumber, yaitu Jurnal atau Konferensi, yang cepat atau lambat akan dipelajari oleh mahasiswa.

Paper bukanlah barang horor yang harus dihindari karena memang memahami paper bukanlah pekerjaan yang mudah, apalagi bagi mahasiswa. Oleh karena itu, tetaplah semangat dan jangan takut membaca paper karena paper itu sebenarnya adalah perkembangan terkini dari bidang yang kita geluti.

Jadi, tidak ada salahnya kita mendidik diri agar sadar tentang perkembangan ilmu di bidang teknologi informasi. :)

0 comments:

Posting Komentar