Rabu, 16 Maret 2011

Dampak Buruk setelah Kuliah (di Teknik Informatika)



Kuliah memang menjadi titik tolak perubahan hidup saya (alay). Banyak sekali pengalaman yang belum pernah saya dapatkan semenjak dulu yang saya temukan di dunia kuliah ini. Mulai dari pengalaman hidup mandiri (?), jauh dari orang tua, jauh dari kenyamanan di rumah, dan lain-lain.

Namun, kuliah ternyata juga memberi banyak dampak buruk yang susah diubah. Mungkin bagi Anda-anda yang pernah kuliah pasti pernah mengalami hal-hal ini. Dan bagi yang sedang atau akan kuliah, saya peringatkan: BEWARE :P

1. Pola tidur berantakan: tidur terlalu malam, bangun terpaksa siang
Pola tidur saya waktu SMA termasuk yang monoton saja. Tidur paling pol pukul 23:00, itu pun mata sudah sangat berat dan dipastikan langsung tewas di TKP. Tapi, semenjak kuliah, pola ini kacau.

Pukul 24:00 tidak jarang saya masih melek, kadang main laptop, kadang tidak jelas. Yang pasti, saya tidak bisa tidur. Kalau mau dipaksa merem, mungkin 30 menit berikutnya baru bisa benar-benar tidur. Paginya pun, kalau tidak dibangunkan (teman sekamar saya tercinta, Siska :P), mungkin sholat shubuh saya bisa tidak tepat waktu. Astaghfirullahaladziem...

Mungkin diantara dampak-dampak buruk yang lain (yang akan saya sebutkan), rusaknya pola tidur inilah yang paling saya sesalkan karena susah sekali memperbaikinya.

2. Pola makan asal-asalan. Akhirnya: TIPUS!!
Ini adalah pukulan telak yang saya rasakan dari Yang Di Atas. Karena semester II lalu saya meremehkan sarapan dan makan malam. Lagian saya tidak begitu berselera makan karena sudah bosan dan tekanan kuliah (dan hal lainnya) lumayan besar.

Akhirnya, saya mulai panas-dingin selama beberapa hari yang ternyata merupakan gejala tipus. Karena tidak kenal penyakit ini, beberapa hari kemudian saya terpaksa rawat inap di rumah tante saya dan saya ketinggalan kuliah.

Saya bertekad tidak akan meremehkan makan lagi. Hasilnya, saya sekarang jadi gendud :P


3. Suka mandi malam hari
Kata orang tua saya, mandi di malam hari itu bisa bikin rematik di hari tua nanti. Tapi, dasar anak Informatika, kalau lagi banyak tugas di kampus, bisa betah nggak pulang ke asrama sampai malam. Nah, karena banyak tugas, jadi ngga bisa mandi sore hari. Jadinya malam-malam meskipun jam 11 malam ya mandi saja ><


Sebenarnya saya sadar kalau suatu saat dampaknya pasti ada. Saya lagi berusaha untuk tidak mandi malam-malam lagi...


4. Tidak tepat waktu
Bermula dari suka tidur malam dan bangun kesiangan, kegiatan sehari-hari pun terpengaruh oleh kemoloran waktu ini. Biasanya, kalau saya menghadiri ketemuan, saya akan datang paling tidak 5 menit sebelumnya. Namun, sekarang, saya merasa baik-baik saja ketika terlambat 30 menit.


5. Kuliah adalah pertama kalinya saya merasakan BOLOS
Dulu, waktu sekolah, bolos adalah sesuatu yang tabu bagi saya. Lagipula, saya tipe anak yang baik-baik dan tidak sombong, jadi tiap hari saya selalu pergi ke sekolah. Di saat kuliah ini, baru pertama kalinya saya merasakan sensasi bolos.

Saya tidak ingat pasti semester berapa, namun yang paling gencar adalah semester II (perlu diingat bahwa istilah gencar ini tidak buruk-buruk amat, mungkin 2-3 kali bolos saja). Pertama kali saya bolos dengan sengaja memang rasanya aneh sekali, seperti melanggar tanggung jawab yang begitu besar. Tapi, rasanya lumayan bikin ketagihan kalau diteruskan.

Alhamdulillah, kejadian kelam ini tidak menjadi suatu rutinitas bagi saya. Bahkan, saya sekarang berniat untuk tidak pernah bolos dalam keadaan apapun. Meskipun sedang hujan badai, jika ada kuliah, saya usahakan saya datang. Untuk apa jas hujan dan motor dan segala macam fasilitas yang dikasih ortu saya?

Anyway...
Kuliah adalah sebuah pengalaman berharga dalam hidup saya, karena pada saat ini saya belajar untuk hidup bersama orang lain, belajar bersama orang-orang dengan asal dan watak berbeda-beda, dan untuk pertama kalinya saya berkuasa memutuskan apa yang akan saya lakukan sehari-hari. Dari sinilah saya belajar hal-hal yang saya tidak dapatkan di lingkungan keluarga dan di rumah saya. Di sinilah saya belajar untuk mengatur hidup saya sendiri demi sebuah tujuan besar.

Kuliah adalah titik perubahan hidup saya (dan saya harap akan muncul titik-titik perubahan lain semenjak saya kuliah).

Tidak ada yang bisa menahan saya untuk melakukan apa saja yang saya sukai di masa-masa kuliah ini, namun saya harap ini adalah merupakan sebuah tantangan. Apakah saya bisa memperbaiki kualitas diri dan hidup saya untuk menjadi lebih baik?

gambar: www.bigtrends.com

0 comments:

Posting Komentar