Jumat, 31 Mei 2013

RIP: Laptop Probook 4421s



Warning: ini artikel personal.

Sudah seminggu ini laptop Probook 4421s saya ada di tukang service. Katanya, motherboard saya bermasalah dan perlu diservis. Meskipun pak tukan service-nya bilang proses perbaikan ini bisa saja gagal, namun saya tetap berharap agar motherboard saya bisa sehat seperti sedia kala.

Namun, apa daya Allah SWT berkehendak lain. Motherboard Probook saya tidak bisa diselamatkan. Pak service bilang, bisa saja ganti motherboard tapi motherboard jenis laptop saya susah banget nyarinya. Akhirnya, dengan berat hati saya ambil laptop saya kembali ke kosan dengan kondisi tetap tidak bisa dipakai.

Saya sudah telpon ke HP Service Center Surabaya. (Alamatnya di Jl. Panglima Sudirman 101-103 Surabaya, Gedung Intiland Tower lantai 1, 031-5357200 atau 031-5357199, buka jam 08.00 - 17.00 Senin-Jumat) dan berita yang dibawa tidak jauh lebih baik. Motherboard laptop bisa diganti dengan biaya sekitar 3jt s/d 4jt ke atas. Kenyataan ini membuat saya tersadar, dompet mahasiswa saya sudah cukup tipis untuk makan sehari-hari, apalagi untuk membeli motherboard baru (yang harganya tidak jauh beda dengan laptop baru). Apa yang harus saya lakukan? (mode alay ala sinetron)

Pelajaran yang saya dapatkan dari kejadian ini ada dua:
  1. Jangan colokin laptop langsung ke listrik TANPA baterai. Sepertinya hal ini penyebab utamanya.
  2. Backup data penting secara berkala. Laptop rusak bisa terjadi tanpa tanda-tanda apapun. Lebih baik repot 10 menit untuk backup data daripada data tersebut hilang. Terlebih lagi data yang telah kita kerjakan secara susah payah sebelumnya (seperti tugas, final project, atau tugas akhir).

Untuk sementara ini saya tidak tahu apakah saya jadi beli motherboard baru untuk laptop saya. Yang jelas, laptop ini telah menemani saya dalam suka dan duka selama 3 tahun dan berbagai tugas kuliah telah kami jalani bersama. Sangat berat rasanya jika barang-barang berharga kita telah tiada (apalagi di saat-saat mengerjakan skripsi saat ini). Namun bagaimanapun penyesalan tidak akan mengembalikan motherboard saya seperti sedia kala...

Selamat jalan, laptop. May you rest in peace for eternity.

3 comments:

Ismail Sunni Muhammad mengatakan...

:) selamat jalan laptop. mode alay :D

Gouw Christianto mengatakan...

laptopnya masih ada mbak? mau dijual engga? thanks.

Rudi Hermawan mengatakan...

Ane juga mengalami hal yg sama gan, Selamat jalan, whaah ah.

Posting Komentar